Bandar Lampung (Legacy): Dari “titik nadir” tanpa kursi, Partai Golkar Tulangbawang Barat (Tubaba) kini memasang target tinggi: merebut kursi pimpinan pada pemilu mendatang. Ketua DPD II terpilih, Putra Jaya Umar, blak-blakan menyebut keterpurukan 2019 sebagai momentum kebangkitan.
“Ini tugas berat, tapi kami sepakat mengembalikan kejayaan Golkar di Tubaba,” tegasnya, Senin (4/5).
Pasca Musyawarah Daerah IV Partai Golkar Tubaba, mesin partai langsung dipanaskan. Konsolidasi total disiapkan dari tingkat kecamatan hingga desa melalui muscam dan musdes, dengan fokus memperkuat jaringan hingga akar rumput.
Tak berhenti di situ, strategi regenerasi juga digeber. Putra memastikan kader senior tetap menjadi penopang, sementara generasi muda didorong tampil sebagai motor penggerak.
“Kader lama tetap jadi pengayom. Tapi yang muda harus maju, mereka lebih lincah dan energik,” ujarnya.
Dengan gaya lugas, Putra mengibaratkan pembenahan internal sebagai upaya “membersihkan pohon beringin”, simbol Partai Golkar, dari hambatan yang selama ini menggerus kekuatan partai. Targetnya jelas: menjadikan Golkar kembali solid dan dipercaya publik.
Restrukturisasi hingga tingkat anak ranting ditargetkan rampung sebelum akhir tahun. Bahkan, dalam empat tahun ke depan, DPD II Golkar Tubaba dibidik sudah memiliki kantor permanen. Putra mengungkap, sinyal dukungan mulai berdatangan, termasuk rencana hibah lahan dari pengusaha lokal.
“Ini energi baru. Kami akan terus turun ke masyarakat dan memperkuat komunikasi politik,” katanya.
Kebangkitan ini dipimpin figur baru. Dalam Musda yang digelar di Pondok Pesantren Assalam, Putra Jaya Umar terpilih secara aklamasi untuk periode 2026–2031. Ia melenggang tanpa perlawanan setelah dua kandidat lain gagal lolos verifikasi akhir.
Putra menggantikan Herwanda, menandai babak baru konsolidasi Golkar di Bumi Ragem Sai Mangi Wawai. Manuver cepatnya sejak awal—mengambil dan mengembalikan formulir pendaftaran dalam hitungan jam—dinilai sebagai sinyal kuat keseriusan merebut kendali partai.
Kini, Golkar Tubaba tak lagi sekadar bertahan. Dengan konsolidasi agresif dan target jelas, mereka mulai menata langkah untuk kembali ke puncak. (Jek)
