Jakarta, 9 November 2025 — Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) resmi meluncurkan program “Bali Green Mobility”, sebuah inisiatif nasional untuk mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan di kawasan wisata. Peluncuran dilakukan di Ubud, Gianyar, pada Jumat (8/11/2025), dengan melibatkan berbagai pelaku usaha transportasi dan pariwisata lokal.
Program ini bertujuan mengurangi emisi karbon di sektor pariwisata, sekaligus meningkatkan kenyamanan wisatawan dalam menjelajahi destinasi wisata utama di Bali. Salah satu mitra lokal yang turut berpartisipasi adalah Made Ubud Motorbike Rental, penyedia layanan sewa motor yang telah mulai mengoperasikan unit motor listrik untuk wisatawan.
“Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mencapai target net zero emission pada tahun 2060,” ujar Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dalam sambutannya. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun pariwisata berkelanjutan.
Acara peluncuran di Ubud turut dihadiri oleh ratusan peserta, mulai dari komunitas motor listrik, pelaku UMKM, hingga wisatawan mancanegara. Kegiatan diisi dengan eco ride mengelilingi desa wisata, pameran kendaraan listrik, dan talkshow bertema “Green Travel for a Better Future”.
Pemilik Made Ubud Motorbike Rental, Made Suardana, menyambut baik inisiatif ini. “Kami percaya masa depan pariwisata Bali ada pada keberlanjutan. Dengan motor listrik, wisatawan tetap bisa menikmati kebebasan menjelajah tanpa meninggalkan jejak karbon yang besar,” ujarnya.
Program Bali Green Mobility akan dijadikan percontohan sebelum diterapkan di destinasi wisata lain di Indonesia seperti Yogyakarta, Lombok, dan Labuan Bajo. Pemerintah menargetkan pada tahun 2030, 50 persen kendaraan wisata di Bali sudah beralih ke energi listrik.
